January 20, 2021 By crushingcode.co 0

rekomendasi aqiqah bintaro

Ketentuan Syarat Aqiqah Anak Pria serta Perempuan

Apa saja yang jadi ketentuan aqiqah anak pria serta wanita? Ketentuan serta syarat tersebut antara lain ialah, waktu aqiqah, hewan aqiqah( usia, tipe kelamin jantan ataupun betina pula keadaan raga).

Pada peluang kali ini, Pelangi Aqiqah hendak menarangkan syarat- syarat cocok sunnah yang butuh dicermati dikala melaksanakan aqiqah bersumber pada dalil.

Syarat- syarat aqiqah buat anak pria serta anak wanita wajib cocok dengan syarat syariat bagi syarat islam. Perihal tersebut mempunyai tujuan biar ibadah aqiqah kita diterima oleh Allah. Terlebih lagi, aqiqah merupakan salah satu ibadah yang penerapannya sekali seumur hidup.

Ketentuan Aqiqah Anak Pria serta Wanita dalam Hadist

Tadinya, butuh kita tahu kalau aqiqah itu didefinisikan bagaikan“ memotong”, sebab dalam proses aqiqah anak ini merupakan memotong/ menyembelih hewan. Aqiqah ialah wujud perkataan rasa syukur umat islam kepada Allah atas balita yang dilahirkan dengan syarat- syarat tertentu bagi syariat ajaran Islam.

Ketentuan aqiqah anak pria serta wanita dalam hadist sahih yang berdialog menimpa waktu penerapan aqiqah buat anak ataupun balita yang baru lahir merupakan bagaikan berikut:

Dari Samurah bin Jundub ia mengatakan: Rasulullah SAW. bersabda:“ Seluruh anak balita tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan( kambing), diberi nama serta dicukur rambutnya aqiqah bintaro .”

[HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’ i, Ibnu Majah, Ahmad]

Dari‘ Aisyah RA, dia mengatakan,“ Rasulullah SAW sempat ber aqiqah buat Hasan serta Husain pada hari ke- 7 dari kelahirannya, dia berikan nama serta memerintahkan biar dihilangkan dari kotoran dari kepalanya( dicukur).“

[HR. Hakim, dalam Al- Mustadrak Juz 4, Perihal. 264]

Dari‘ Aisyah RA, dia mengatakan: Rasulullah bersabda:“ Balita pria diaqiqahi dengan 2 kambing yang sama serta balita wanita satu kambing“.

[HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah]

Penyembelihan hewan berkaitan dengan kelahiran anak ataupun aqiqah cocok dengan hadist tersebut disyariatkan buat dicoba pada hari ketujuh kelahiran anak.

Hukum aqiqah buat orang tua yang baru melahirkan anaknya merupakan sunnah muakad, meski demikian, ketentuan serta syarat aqiqah jadi bagian berarti dalam syariat Islam.

Ketentuan serta Syarat Waktu Penerapan Aqiqah

Sehabis tadinya dijabarkan menimpa hadist sahih tentang aqiqah anak pria serta anak wanita, cocok riwayat hadist di atas hingga penerapan aqiqah yang sangat cocok dengan syariat merupakan pada hari ke- 7 semenjak kelahiran balita.

Tetapi bila belum dapat pada hari ke- 7 tersebut, sebagian ulama memperbolehkan buat penerapannya di hari ke- 14( 2 minggu sehabis balita lahir). Apabila di hari ke- 14 masih belum dapat pula, hingga penerapannya dapat di hari ke- 21.

Dari Abu Buraidah RA:“ Aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh, ataupun keempat belas, ataupun kedua puluh satunya.”

[HR. Baihaqi serta Thabrani]

Ketentuan serta Syarat Kambing Aqiqah

Kita sudah mengenali tentang hukum aqiqah bersumber pada hadist sahih serta menimpa ketentuan dan syarat waktu penerapan aqiqah yang sangat utama, ialah terdapat di hari ke- 7 ataupun seminggu sehabis balita lahir. Pada penjelasan ini kami hendak bahas perihal terpaut ketentuan serta syarat kambing aqiqah.

Jumlah serta Tipe Kelamin( Jantan ataupun Betina)

Telah jelas kalau buat jumlah hewan yang digunakan buat aqiqah merupakan 2 ekor kambing buat anak pria, sebaliknya buat anak wanita merupakan satu ekor kambing.

Walaupun anak pria serta anak wanita bersama mahkluk ciptaan Allah, tetapi, terdapat perbandingan menimpa jumlah hewan yang digunakan buat aqiqah.

Perihal tersebut senada dengan hukum waris, dimana anak pria berhak mewarisi harta orang tuanya 2 bagian, sebaliknya anak wanita satu bagian.

Menimpa tipe kelamin hewan( jantan ataupun betina), dilansir dari jawaban atas seseorang penanya pada konsultasisyariah. com, kalau tidak disyariatkan dalam kambing aqiqah wajib jantan ataupun betina. Rasulullah shallallahu‘ alaihi wa sallam bersabda:

عنالغلامشاتانوعنالجاريةشاةلايضركمأذكراناكنأمإناثا

“ Buat anak pria 2 kambing, serta buat anak wanita satu kambing, serta tidak memudharati kamu apakah kambing- kambing tersebut jantan ataupun betina.”

Baca Juga : Manfaat Gaming – PC dan Video Game

[HR. Ashhabus Sunan, serta dishahihkan Syeikh Al- Albany]

Hukum Aqiqah dengan Tidak hanya Kambing

Terdapat perbandingan komentar menimpa beraqiqah dengan tidak hanya kambing:

Jumhur ulama memperbolehkannya

Sebagian ulama tidak memperbolehkannya, apalagi mereka melaporkan tidak legal aqiqah tidak hanya dari tipe kambing ataupun domba.

Mengatakan Al-‘ Iraqy rahimahullahu( meninggal tahun 806 H):

“ Sertaالشاة( kambing)–dalam bahasa arab- mencakup jantan serta betina, baik dari tipeالمعز( kambing yang berambut) maupun tipeالضأن( domba/ kambing yang berbulu tebal).

Serta Nabi shallallahu‘ alaihi wa sallam memilah kala aqiqah kedua cucunya memilah yang sangat sempurna, ialah domba jantan, serta ini bukan pengkhususan, hingga boleh dalam aqiqah menyembelih kambing betina walaupun dari tipeالمعز, sebagaimana perihal ini ditunjukkan oleh kemutlakan lafadzالشاة dalam hadist- hadist yang lain.”( Tharhu At- Tatsrib, Al-‘ Iraqy 5/ 208)

Tata Metode Pemotongan Kambing Aqiqah

Buat yang menyembelih hewan aqiqah pula butuh mencermati ketentuan serta rukun penyembelihan yang cocok dengan syariat Islam. Berikut ini merupakan perihal terpaut menyembelih hewan aqiqah:

Niatkan menyembelih hewan aqiqah bagaikan wujud Ibadah kepada Allah.

Memperlakukan hewan aqiqah dengan sebaik- baiknya.

Pisau yang digunakan buat menyembelih wajib tajam.

Hindarkan pemikiran kambing kala lagi menajamkan pisau.

Menggiring kambing ke tempat penyembelihan dengan metode yang baik.

Hewan sembelihan direbahkan.

Posisikan dengan baik bagian badan yang hendak disembelih.

Hewan aqiqah dihadapkan ke arah kiblat kala hendak disembelih.

Meletakkan telapak kaki di leher sembelihan.

Mengucap Bismilah.

Tidak diperkenankan memakai tulang serta kuku bagaikan perlengkapan penyembelih.

Ketentuan Syarat Pemotongan Rambut Balita serta Pemberian Nama

Cocok sunnah, mencukur rambut balita dicoba di hari ketujuh ataupun semingggu sehabis kelahiran balita. Bersumber pada hadis dari Salman bin Amir Ad- Dhabbi radhiyallahu‘ anhu, Rasulullah shallallahu‘ alaihi wa sallam bersabda:

الْغُلَامُمُرْتَهَنٌبِعَقِيقَتِهِيُذْبَحُعَنْهُيَوْمَالسَّابِعِوَيُسَمَّىوَيُحْلَقُرَأْسُهُ

“ Tiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelih di hari ketujuh, diberi nama, serta dicukur kepalanya.“

[HR. Nasa’ i 4149, Abu Daud 2837, Tirmidzi 1522, serta dishahihkan Al- Albani]

Dalam Ensiklopedi Fikih( Al- Mausu’ ah Al- Fiqhiyah Al- Kuwaitiyah, 18/ 96) dinyatakan, Kebanyakan ulama, ialah malikiyah, Syafiiyah, serta Hambali, berkomentar kalau diajarkan mencukur kepala balita pada hari ketujuh, serta bersedekah seberat rambut berbentuk emas ataupun perak bagi Malikiyah serta Syafiiyah, serta berbentuk perak saja bagi hambali. Bila tidak dicukur hingga beratnya dikira- kira beratnya, serta sedekah dengan perak seberat itu. Mencukur rambut dicoba sehabis menyembelih aqiqah.

Ketentuan Syarat Pembagian Daging Aqiqah

Buat pembagian daging aqiqah ini berbeda dengan pembagian daging kurban yang biasa dibagikan pada Idul Adha dalam keadaan mentah. Kebalikannya, pada daging hewan aqiqah dibagikan dalam keadaan sudah dimasak serta matang.

Daging yang sudah diolah tersebut bisa dibagikan kepada fakir miskin, orang sebelah, saudara, ataupun sanak kerabat yang lain. Buat keluarga, bagi ulama jumlah maksimla daging yang dapat diambil merupakan sepertiganya.

Menimpa pembagian daging aqiqah, Ibnu Al- Qayyim mengatakan:

Memberikan daging aqiqah dalam kondisi matang merupakan lebih baik sebab dengan memasaknya berarti dia sudah menanggung bayaran memasak untuk orang miskin serta para orang sebelah. Serta ini ialah nilai tambah tertentu dalam berbuat kebaikan serta dalam mensyukuri nikmat ini( kelahiran anak).

Dengan demikian para orang sebelah serta orang- orang miskin bisa menikmatinya dengan tenang tanpa memikirkan gimana memasaknya. Di samping itu, barangsiapa yang diberi daging yang matang siap buat dimakan hingga kebahagiaan serta kegembiraan orang tersebut hendak lebih sempurna dari pada dia cuma menerima daging mentah yang membutuhkan bayaran serta tenaga buat memasaknya.

Betapa sempurnanya syariat Islam. Dalam perihal kebahagiaan dengan kelahiran seseorang anak, Islam mengarahkan buat berbagi dengan orang lain. Demikianlah sebagian syariat aqiqah anak pria serta wanita yang dapat dicermati serta dilaksanakan.

Saran Jasa Aqiqah Lengkap

Buat Kamu yang tinggal di daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi( Jabodetabek), kami merekomendasikan jasa layanan aqiqah dari Pelangi Aqiqah yang berlokasi di Bogor.

Tidak butuh takut bila Kamu yang tinggal di luar daerah Bogor mau memesan layanan jasa aqiqah dari Pelangi Aqiqah, Kamu bisa menghubungi langsung CS- nya.