March 3, 2021 By crushingcode.co 0

Cekik Junta Militer, AS Perketat Ekspor ke Myanmar

Amerika Serikat memperketat kontrol ekspor ke Myanmar selaku wujud sanksi terkini untuk junta militer negeri itu atas kekerasan terhadap pedemo anti- kudeta.

Sanksi baru ini diterapkan AS menyusul kekerasan yang terus memburuk di Myanmar. Perserikatan Bangsa- Bangsa( PBB) melaporkan sedikitnya 50 orang sudah tewas akibat bentrokan aparat serta pedemo anti- junta militer

AS memasukan Myanmar ke dalam kelompok negeri musuh semacam Rusia serta Cina, di mana Negara Paman Sam mengendalikan ketat perdagangan ke negara- negara tersebut paling utama terpaut komoditas sensitif semacam teknologi serta pertahanan wartaAmerika.com .

Menteri Luar Negara AS Antony Blinken berkata langkah ini ialah manuver terkini” dalam menjawab kekerasan yang mengejutkan serta mematikan terhadap para pengunjuk rasa di Myanmar.”

” Kami menyerukan pemulihan demokrasi di Burma,” kata Blinken di Twitter memakai nama lama Myanmar.

Sedangkan itu, Departemen Perdagangan AS berkata saksi baru ini hendak pengaruhi ekspor AS ke beberapa entitas di Myanmar semacam Departemen Pertahanan, Departemen Dalam Negara Myanmar, serta 2 industri pelat merah ialah Myanmar Economic Coorporation serta Myanmar Economic Holding Limited.

Dilansir Reuters, kedua BUMN Myanmar itu ialah salah satu industri pelat merah yang diandalkan junta militer buat menggenjot perekonomian negeri. Kedua BUMN itu mempunyai anak industri yang tiap- tiap bergelut di bidang penciptaan bir, rokok, teknologi telekomunikasi, pertambangan sampai perumahan.

Pelaksanaan pembatasan ekspor ini dicoba sehabis laporan kelompok advokasi Justice for Myanmar berkata kalau Kemendagri Myanmar sudah membeli teknologi industri AS yang digunakan buat melaksanakan kontrol terhadap media sosial di negeri itu.

Walaupun begitu, beberapa pihak menyangka pembatasan ekspor ini tidak hendak signifikan memencet junta militer lantaran AS bukan eksportir besar ke Myanmar.

Baca Juga : 3 Manfaat Utama Jamur Reishi

” Volume perdagangan kecil sehingga akibatnya tidak hendak besar,” kata William Reinsch, mantan pejabat Departemen Perdagangan AS.

” Akibat yang lebih besar merupakan mengejar peninggalan keuangan para pemimpin militer kudeta.”

Walaupun sudah menjatuhkan serangkaian sanksi kepada Myanmar, AS belum menjatuhkan embargo terberatnya untuk junta militer ialah dengan memblokir seluruh peninggalan serta transkasi pihak- pihak di Myanmar yang ikut serta dengan junta militer dari sistem keuangan Negara Paman Sam.